Untungnya Jadi Orang Optimis

Posted by Nur Zaidi on 17.34.00

Untungnya Jadi Orang Optimis
Elizabeth Scott mengatakan, jika Anda orang yang bersyukur bahwa pahit manisnya pengalaman dan peristiwa hidup yang Anda alami sekarang ini jauh lebih baik dari apa yang diterima orang lain, maka Anda adalah orang optimis.
Menurut Elizabeth, orang pesimis cenderung membatasi pola pikirnya dan pola pikir orang lain, melihat dirinya atau orang lain tidak punya kemampuan. Padahal, pola pikir dapat dipelajari dan ditingkatkan. Anda harus menjadi orang optimis dengan menantang pemikiran negatif, pola pikir yang terbatas.
Ia mengatakan bahwa orang optimis punya banyak keuntungan. “Hasil penelitian Martin Speligman, seorang peneliti yang telah bertahun-tahun mempelajari perbedaan orang yang optimis dan pesimis, menyimpulkan bahwa orang optimis memiliki banyak keuntungan,” kata Elizabeth.
Keuntungan itu adalah kesehatan lebih baik. “Studi terhadap 99 mahasiswa Universitas Harvard, mereka yang optimis pada usia 45 sampai 60 tahun kondisi kesehatannya lebih baik. Pasien depresi yang menjalani pelatihan optimisme lebih mempunyai kemampuan untuk mengatasi masalah hidupnya. Studi tentang penderita kanker payudara menunjukkan bahwa mereka yang optimis, hidup lebih lama ketimbang pasien yang putus asa, “ ujarnya.
Orang optimis, kata Elizabeth, punya prestasi lebih baik. Studi terhadap tim olahraga yang optimis menunjukkan bahwa sinergi mereka lebih berprestasi ketimbang tim yang pesimis.
Perbedaan Orang Optimis dan Pesimis
Orang Pesimis
Orang Optimis
Peristiwa positif dipandang faktor eksternal yang diluar kontrol dan merasa tidak akan terjadi lagi.
Berpikir bahwa peristiwa negatif terjadi karena kesalahan dalam diri mereka.
Promosi karier dipandang sebagai keberuntungan dan melihat hal itu mungkin tidak akan terjadi lagi.
Kegagalan promosi karier dirasakan karena tidak mempunyai skill yang cukup dan merasa akan gagal lagi di masa yang akan datang.
Peristiwa positif dipandang sebagai faktor internal yang berada dalam kontrol dan akan terjadi lagi di masa depan.
Berpikir bahwa peristiwa negatif bukan karena keslahan dalam diri mereka.
Promosi karier dipandang sebagai hasil kemampuan mereka dan yakin promosi karier tersebut akan memberi keuntungan di masa depan.
Jika mereka tak mendapat promosi karier, mereka tidak kecewa karena mereka akan melakukan hal yang lebih baik di masa datang.
Orang yang optimis tidak mudah menyerah. “Pebisnis optimis seperti Donald Trumph telah bangkrut, tetapi karena dia optimis, dia berubah dari orang gagal menjadi orang miliuner,” tambahnya.
Orang optimis, ujar Elizabeth, cenderung lebih sedikit mengalami stres ketimbang orang pesimis, karena orang optimis percaya pada diri sendiri dan kemampuan mereka, dan masa depan mereka. Karena rasa optimis itu, mereka lebih percaya diri dan lebih memandang positif peristiwa-peristiwa dalam hidup yang mereka alami.
Sumber: MAJALAH SUCCESS, EDISI JULI 2007, HALAMAN 11.





Nama Anda
New Johny WussUpdated: 17.34.00

0 komentar:

Posting Komentar

CB