DIABETES MELLITUS

Posted by Nur Zaidi on 21.19.00

DIABETES MELLITUS

Diabetes Mellitus (DM) atau yang akrab dengan sebutan Kencing Manis adalah penyakit yang semakin populer di telinga kita. Setiap tahun orang-orang dekat kita satu persatu ada yang menderita penyakit ini. Mungkin orang tua Anda, saudara, suami atau istri, teman, atau mungkin tetangga Anda. Di antara mereka akhirnya bertahun-tahun ketergantungan obat dan suntikan insulin. Sedih memang, tapi mau bagaimana lagi. Segala ikhtiar mungkin sudah dicoba.

     Menurut survei, di Indonesia penderita Diabetes Mellitus menempati urutan keempat terbesar di dunia dengan prevalensi 8,6 persen dari total penduduk setelah India, China, dan Amerika Serikat. Tahun 1995 jumlah pengidap Diabetes Mellitus diperkirakan 4,5 juta, dan pada tahun 2025 diperkirakan menjadi 12,4 juta penderita Diabetes Mellitus. Data dari Departemen Kesehatan menunjukkan jumlah pasien diabetes rawat inap maupun rawat jalan di rumah sakit menempati urutan pertama dari seluruh penyakit endoktrin.
     Sementara itu organesasi kesehatan dunia WHO dan Federasi Diabetes Internasional (IDF) memperkirakan lebih dari 50 persen pengidap diabetes terutama tipe 2 tidak terdiagnosis. Penderita diabetes umumnya baru ketahuan saat berobat untuk penyakit lain. Jika ada salah satu dari keluarga dekat terkena diabetes, Anda boleh curiga, jika pola makan tidak terjaga, Anda boleh khawatir, jika Anda terlalu Gemuk, berhati-hatilah. Dan alangkah baiknya, segera periksa ke dokter.

     Diabetes tidak hanya mengganggu aktivitas atau vitalitas penderita, lebih buruk lagi diabetes juga mengakibatkan komplikasi yang mengakibatkan kecacatan permanen bahkan kematian. Komplikasi diabetes antara lain penyakit pembuluh koroner (jantung koroner), penyakit pembuluh darah perifer, stroke, neuropati diabetik (gangguan pada pembuluh saraf), amputasi, gagal ginjal, gangguan fungsi seks, dan kebutaan. Kadar gula yang tinggi di dalam darah menyebabkan luka sukar sembuh dan cenderung menjadi borok.

     Kadar gula darah sepanjang hari bervariasi, akan meningkat setelah makan dan kembali normal dalam waktu 2 jam. Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dl darah.Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dl pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya. Kadar gula darah yang normal cenderung meningkat secara ringan tetapi progresif setelah usia 50 tahun, terutama pada orang-orang yang tidak aktif.

     Hasil pengamatan langsung ilmu kedokteran modern selama bertahun-tahun memperlihatkan adanya beberapa jenis penyakit manusia yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan kalsium. Setidaknya lebih dari 200 macam penyakit berkaitan dengan kurangnya asupan kalsium. Salah satunya adalah diabetes. Kekurangan kalsium memperkuat gejala diabetes.Tubuh (pankreas) yang mengalami kekurangan mineral kalsium akan terganggu kemampuanna memproduksi insulin secara normal. Seadangkan peningkatan gula darah dan sekresi kelenjar gondok yang berlebihan dapat memicu timbulnya kencing manis. Setidaknya 60 persen penderita diabetes menderita osteoporosis (keropos tulang).

     Lalu, apa gejala dan tanda orang yang terkena penyakit diabetes mellitus?
Secara umum, gejala dan tanda-tanda orang yang terkena penyakit diabetes mellitus adalah sebagai berikut:
1.      Kadar gula darah sampai di atas 160-180 mg/dl.
2.      Sering kencing (kemih) dalam jumlah yang banyak.
3.      Pandangan kabur.
4.      Sering pusing.
5.      Mengalami penurunan berat badan meskipun makannya diperbanyak.
6.      Sering kencing malam hari.
7.      Rasa lapar yang berlebihan.
8.      Cepat lelah dan lesu.
9.      Luka sukar sembuh.
10.  Infeksi kulit dan gatal-gatal.
11.  Kesemutan dan mati rasa.
12.  Dll.

     Penyebab diabetes mellitus itu apa ya?
Banyak faktor yang menyebabkan seseorang terkena diabetes mellitus, di antaranya yaitu:
1.      Faktor keturunan.
2.      Kegemukan (obesitas).
3.      Gestational diabetes atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg.
4.      Tekanan darah tinggi.
5.      Angka triglycerid (salah satu jenis molekul yang tinggi).
6.      Kolesterol yang tinggi.
7.      Gaya hidup modern yang cenderung banyak mengkosumsi makanan instan.
8.      Merokok dan stress.
9.      Kerusakan pada sel pankreas.
10.  Terlalu banyak mengkonsumsi kabohidrat.

     Bagaimana upaya pencegahan agar terhindar dari diabetes mellitus ?
Sebagai upaya agar terhindar dari risiko diabetes mellitus caranya antara lain adalah:
1.      Menjaga pola makan dan gaya hidup yang baik dan seimbang.
2.      Tidur cukup.
3.      Olah raga ringan secara rutin.
4.      Menjaga hati selalu riang dan semangat.
5.      Selalu memonitor gula darah dengan memeriksakan diri ke dokter.
6.      Aktif mencari informasi tentang penyakit diabetes berikut pengendaliaannya.


Diulas Oleh: Nur Zaidi
Sumber:1. Seri Penyakit dan Penanganannya 1;
                  By Isa.
              2. Pembuluh Darah; LARAS.
              3. www.republika.co.id





Nama Anda
New Johny WussUpdated: 21.19.00

3 komentar:

  1. Infonya sip Pak Nur Zaidi, S.Pd.....

    BalasHapus
  2. Cakeppppppp bener pak inpormasinya. jangan lupa kunjungi juga blog saya : pakharihartono.blogspot.com

    BalasHapus
  3. Yang komentar juga cakeeeepppppppppp!!!!!
    he...he...he....

    BalasHapus

CB