Vertigo

Posted by Nur Zaidi on 21.13.00

 Vertigo

     
Vertigo berasal dari istilah Latin vetere yang artinya memutar. Vertigo biasanya ditujukan untuk menyebut beberapa gejala, seperti merasa melihat dunia sekitarnya berputar dan hilangnya keseimbangan tubuh. Karenanya, vertigo bukanlah merupakan diagnosis penyakit, melainkan sesuatu gejala atau kumpulan gejala yang bisa disebabkan beberapa penyakit fisik ataupun psiskis.


     Perasaan berputar pada penderita vertigo disebabkan sistem keseimbangan tubuh dalam otak terganggu. Sistem keseimbangan tubuh ini diatur oleh sistem vertibuter tubuh, otak kecil, lapisan luar otak dan batang otak. 

GEJALA
     Gejala vertigo dapat berdiri sendiri seperti hanya mengalami pusing-pusing atau bisa juga disertai gejala lain seperti keluar keringat dingin, mual, dan muntah. Gejala lainnya adalah jalan sempoyongan dan pandangan kabur.

    Di Indonesia, keluhan vertigo menduduki peringkat ketiga dalam praktek dokter umum. Pada orang berusia sekitar 75 tahun, keluhan vertigo bisa mencapai 50 persen.

PENYEBAB
     Tubuh senantiasa terpelihara dalam posisi tegak seimbang berkat ada alat kontrol organ keseimbangan di dalam ruang telinga tengah yang terhubung dengan syaraf keseimbangan (vestibular nerve). Vertigo atau perasaan dunia berputar terjadi ketika organ keseimbangan ini terganggu.

     Gangguan bisa terjadi di komponen mana saja. Bisa di organ keseimbangan itu sendiri, bisa juga di tingkat pusat atau otak. Untuk mengetahui penyebab pasti dari vertigo perlu dilakukan beberapa tes dan pemeriksaan di bagian mana organ keseimbangan mengalami gangguan. Untuk itu diperlukan serangkaian tes, foto tengkorak, pemeriksaan caiaran otak, rekam otak EEG (electroencephalogram), scan kepala, dan pemeriksaan pembuluh darah leher serta kepala.

     Gangguan sistem keseimbangan itu sendiri dapat terjadi karena beberapa faktor seperti berikut:
Ø  Infeksi virus pada alat keseimbangan di telinga dalam
Ø  Radang/infeksi syaraf keseimbangan (vestibular neuritis)
Ø  Iskhemia atau penurunan suplai darah pada daerah vertebrobasiler
Ø  Gangguan fungsi saluran yang menghubungkan rongga telinga dan tenggorok (tuba auditoria)
Ø  Radang/infeksi telinga tengah menahun
Ø  Pemakain obat-obatan seperti salisilat, kiina, golongan aminoglikosid
Ø  Migraine vestibuler
Ø  Tumor pada syaraf pendengaran
Ø  Tumor nasofaring (hidung bagian belakang)
Ø  Cedera pada pembuluh darah disusunan syaraf pusat

     Sebagian besar penderita biasanya menderita vertigo setelah menjalankan pekerjaan yang melelahkan, seperti seriring dalam durasi lama menggunakan komputer, kecapaian, terlalu banyak pikiran dan stres. Hal ini kemungkinan besar menyebabkan penyempitan pembuluh darah di alat keseimbangan, sehingga aliran darah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan alat keseimbangan baik di perifer maupun susunan syaraf pusat.

PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN
     Vertigo dapat dicegah dengan beberapa cara befrikut:
§    Biasakan untuk tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dari tubuh. Ketika bangun tidur, bangkitlah secara perlahan-lahan. Sebaiknya jangan langsung berdiri, melainkan gunakan beberapa menit untuk duduk dulu. Jangan mengangkat barang dengan posisi membungkuk. Gerakkan kepala secara hati-hati, terutama ketika sedang mendongak.

     Untuk masalah pengobatan pada prinsipnya terbagi dua, yaitu pengobatan gejala dan penyakit yang mendasarinya (etiologi). Pengobatan gejala dapat menggunakan obat-obatan dan latihan fisik (rehabilitatif).

     Penggunaan berbagai macam obat vertigo harus memperhatikan golongan, dosis, khasiat dan efek sampingnya. Pengobatan rehabilitatif atau latihan dimaksudkan untuk menumbuhkan dan mempercepat timbulnya adaptasi sistem keseimbangan sehingga gejalanya berkurang dan slanjutnya menghilang. Untuk mengetahui pangkal penyebabnya diperlukan pemeriksaan lebih teliti dan melibatkan berbagai disiplin ilmu kedokteran.

PENDAPAT DOKTER
     Walau bukan penyakit, vertigo tidak boleh dianggap remeh. Vertigo bisa jadi merupakan pertanda penyakit serius seperti tumor otak, hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes mellitus (kencing manis), jantung, ginjal, atau lainnya. Dr. Troeboes Poerwadi, SpS(K), spesialiss sayaraf, Rumah Sakit dr.Sutomo, Surabaya.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/12/04/18/m2kvd8-waspadai-limbung-jangan-paksakan-beraktivitas





Nama Anda
New Johny WussUpdated: 21.13.00

0 komentar:

Posting Komentar

CB